Cara Memilih Game Online yang Aman untuk Anak

Orang tua mendampingi anak memilih game online aman dengan kontrol keluarga dan batas waktu

Ditulis oleh

di

,

Game online aman untuk anak sebaiknya sesuai dengan usia, tidak menampilkan konten yang belum pantas, memiliki pengaturan privasi, dan memungkinkan orang tua membatasi chat, pembelian, serta waktu bermain. Jangan menentukan pilihan hanya dari gambar promosi atau kata “anak”. Kemudian, periksa rating usia, coba permainan bersama, dan atur perangkat sebelum anak mulai bermain sendiri.

Namun, tidak ada satu game yang otomatis cocok untuk semua anak. Usia, kematangan, kemampuan memahami aturan, serta cara anak merespons interaksi daring dapat berbeda. Karena itu, rating usia menjadi titik awal, sedangkan pendampingan orang tua tetap menjadi bagian penting dalam keputusan akhir.

Apa yang Dimaksud Game Online Aman untuk Anak?

Game yang aman bukan sekadar game tanpa adegan kekerasan. Selain itu, orang tua perlu menilai fitur komunikasi, iklan, pembelian, pengumpulan data, tautan keluar, kompetisi, dan kemungkinan anak bertemu orang asing.

Gunakan lima pertanyaan dasar berikut:

  1. Apakah kontennya sesuai dengan kelompok usia anak?
  2. Apakah anak dapat berkomunikasi dengan pemain lain?
  3. Apakah game meminta pembelian atau menampilkan iklan?
  4. Data dan izin perangkat apa yang diminta?
  5. Apakah orang tua dapat membatasi akses dan waktu bermain?

Karena itu, jika jawaban atas salah satu pertanyaan tidak jelas, jangan terburu-buru memberikan akses. Selanjutnya, cari halaman bantuan resmi, kebijakan privasi, dan pengaturan keluarga dari game atau platform tersebut.

Untuk memahami dasar pemilihan platform dan perangkat, baca juga panduan memilih dan bermain game online dengan aman.

Periksa Rating Usia dan Isi Game

Rating usia membantu orang tua memperkirakan jenis konten yang game tampilkan. Selain itu, Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2024 mengatur klasifikasi gim di Indonesia. Peraturan tersebut memasukkan kategori seperti kekerasan, bahasa, pornografi, simulasi atau kegiatan judi, horor, dan interaksi daring sebagai bagian dari penentuan kelompok usia.

Untuk penjelasan lebih rinci mengenai setiap kelompok usia, baca arti rating usia game Indonesia dari 3+ hingga 18+.

Saat menilai game online aman untuk anak, ingat bahwa rating bukan penilaian tentang mudah atau sulitnya sebuah game. Setiap anak belum tentu mudah memainkan game berperingkat usia rendah. Sebaliknya, tampilan kartun juga tidak selalu berarti seluruh fitur dan interaksinya sesuai untuk anak kecil.

Saat memeriksa rating, lihat tiga bagian:

  • kelompok usia yang disarankan;
  • deskripsi isi atau alasan pemberian rating;
  • informasi mengenai interaksi online dan pembelian.

Selain itu, jika game memakai sistem rating internasional, gunakan rating tersebut sebagai referensi tambahan. Panduan orang tua ESRB menjelaskan bahwa kategori rating, deskripsi konten, dan elemen interaktif perlu dinilai bersama. Pilihan akhir tetap harus mempertimbangkan kondisi anak dan aturan keluarga.

Coba Game Bersama Anak Sebelum Memberi Akses

Selanjutnya, luangkan waktu untuk memainkan atau mengamati beberapa sesi pertama. Cara ini membantu orang tua melihat isi yang tidak tampak dalam halaman toko, termasuk iklan, chat, hadiah harian, tekanan untuk membeli, atau tautan menuju layanan lain.

Kemudian, perhatikan hal berikut selama percobaan:

  • bahasa dan perilaku karakter;
  • jenis tugas yang harus dilakukan pemain;
  • frekuensi iklan dan pop-up;
  • cara game menawarkan pembelian;
  • apakah pemain lain dapat mengirim pesan;
  • apakah game mendorong anak bermain tanpa berhenti;
  • bagaimana cara keluar, memblokir, dan melaporkan pengguna.

Setelah itu, ajak anak menjelaskan apa yang menarik dari game tersebut. Percakapan ini membantu orang tua memahami motivasi anak dan membuat aturan yang lebih mudah diterima dibanding larangan mendadak tanpa penjelasan.

Periksa Chat dan Interaksi dengan Pemain Lain

Game multiplayer dapat mempertemukan anak dengan teman sekolah, pemain acak, atau orang dewasa yang menyembunyikan identitasnya. Fitur chat dapat berupa teks, suara, pesan langsung, grup, hadiah, atau undangan berpindah ke aplikasi lain.

Untuk anak yang belum siap berinteraksi bebas, pilih game yang memungkinkan orang tua:

  • menonaktifkan chat publik;
  • membatasi pesan hanya dari teman yang telah orang tua setujui;
  • mematikan voice chat;
  • memblokir dan melaporkan pemain;
  • menyembunyikan status online atau lokasi;
  • menolak undangan dari akun asing.

Karena itu, ajarkan anak untuk tidak membagikan nama lengkap, sekolah, alamat, nomor telepon, foto pribadi, jadwal harian, atau lokasi. Anak juga perlu tahu bahwa orang yang ramah di dalam game belum tentu memberikan identitas yang benar.

Selanjutnya, buat aturan sederhana: jika seseorang meminta rahasia, foto, uang, kode, atau komunikasi pribadi, anak harus berhenti membalas dan memberi tahu orang tua. Jangan menyalahkan anak ketika ia melapor karena rasa takut dimarahi dapat membuat masalah disembunyikan.

Aktifkan Parental Control dan Akun Anak

Sebagai langkah berikutnya, gunakan akun anak atau profil keluarga jika perangkat dan platform menyediakannya. Jangan memberikan profil dewasa dengan seluruh izin aktif hanya karena proses pengaturannya lebih cepat.

Orang tua biasanya dapat menggunakan parental control untuk:

  • membatasi game berdasarkan rating usia;
  • menyetujui atau menolak instalasi aplikasi;
  • mengatur waktu penggunaan perangkat;
  • membatasi pembelian;
  • mengelola izin aplikasi;
  • membatasi komunikasi dan konten online.

Untuk menerapkan batas secara langsung di Android atau iPhone, ikuti panduan kontrol orang tua untuk game anak yang membahas waktu bermain, unduhan, pembelian, dan komunikasi.

Pada perangkat Android dan Chromebook yang mendukung fitur ini, Google Family Link membantu pengelola keluarga mengatur aplikasi, persetujuan pembelian, aktivitas Google Play, dan sebagian setelan akun anak. Ketersediaan fitur dapat berbeda berdasarkan perangkat, wilayah, dan usia akun.

Setelah mengaktifkan kontrol, lakukan pengujian dari profil anak. Pastikan pembatasan benar-benar berlaku dan anak tidak dapat melewatinya hanya dengan membuka browser, memakai akun tamu, atau berpindah aplikasi.

Batasi Pembelian, Iklan, dan Item Digital

Game gratis dapat memperoleh pendapatan melalui iklan, mata uang virtual, item kosmetik, langganan, atau fitur tambahan. Anak mungkin belum memahami bahwa pemain tetap membeli koin virtual dengan uang nyata.

Gunakan langkah berikut:

  1. aktifkan persetujuan orang tua untuk setiap pembelian;
  2. jangan menyimpan kartu pada profil anak jika tidak diperlukan;
  3. gunakan PIN yang tidak diketahui anak;
  4. periksa apakah sistem memperpanjang langganan secara otomatis;
  5. jelaskan nilai uang sebelum memberikan saldo;
  6. tinjau riwayat transaksi secara berkala.

Namun, waspadai desain yang membuat anak merasa harus membeli agar tidak tertinggal, membuka hadiah acak, atau melanjutkan permainan. Hindari game yang menyamarkan kegiatan judi, taruhan, atau janji keuntungan uang sebagai permainan anak. Gotobet88 membahas game hiburan biasa dan tidak menganjurkan perjudian.

Selain itu, periksa setiap iklan. Iklan dapat mengarah ke game lain, toko aplikasi, situs web, atau konten yang tidak sesuai. Pilih platform yang menyediakan kontrol iklan dan jangan mengizinkan anak memasang aplikasi dari tautan iklan.

Lindungi Privasi dan Akun Anak

Selanjutnya, gunakan nama pengguna yang tidak mengungkapkan identitas asli. Hindari memasukkan nama lengkap, tahun lahir, sekolah, kota, atau nomor kelas ke dalam nama profil.

Sementara itu, periksa izin aplikasi sebelum instalasi. Sebuah game sederhana biasanya tidak membutuhkan akses ke kontak, SMS, lokasi presisi, mikrofon, kamera, atau seluruh berkas pribadi. Berikan izin hanya ketika sesuai dengan fungsi yang dipakai, lalu cabut izin yang tidak lagi diperlukan.

Selain itu, jika game menggunakan akun, buat kata sandi unik dan aktifkan verifikasi dua langkah apabila tersedia. Jangan memakai kata sandi yang sama dengan email orang tua atau akun sekolah. Panduan cara mengamankan akun game online menjelaskan perlindungan kata sandi, phishing, email pemulihan, dan langkah darurat jika akun dibajak.

Jelaskan bahwa anak tidak boleh memberikan kode verifikasi, QR autentikator, atau kode pemulihan kepada teman maupun orang yang mengaku sebagai petugas. Dukungan resmi tidak memerlukan kata sandi pengguna.

Buat Aturan Waktu Bermain Bersama

Orang tua dan anak lebih mudah menjalankan aturan waktu saat menyusunnya bersama. Tentukan kapan anak boleh bermain, kapan harus berhenti, dan kegiatan apa yang perlu selesai terlebih dahulu. Hindari menjadikan game sebagai satu-satunya hadiah atau satu-satunya sumber hiburan.

Karena itu, pertimbangkan aturan berikut:

  • tidak bermain saat makan atau menjelang tidur;
  • menyelesaikan tugas sekolah dan kegiatan rumah lebih dahulu;
  • mengambil jeda untuk bergerak dan mengistirahatkan mata;
  • berhenti ketika waktu yang telah keluarga sepakati selesai;
  • meminta izin sebelum mengunduh game baru;
  • bermain di ruang keluarga untuk anak yang masih kecil.

Selain itu, gunakan alarm atau batas waktu perangkat sebagai pengingat, bukan sebagai pengganti komunikasi. Selain itu, orang tua perlu memberi contoh dengan mengatur penggunaan perangkat sendiri.

Cara Menilai Game Browser untuk Anak

Anak dapat membuka game browser tanpa instalasi besar sehingga format ini terasa praktis. Namun, orang tua tetap perlu memeriksa alamat situs, iklan, cookie, izin browser, dan tautan keluar.

Oleh karena itu, sebelum anak bermain, pastikan situs menggunakan HTTPS dan tidak meminta unduhan berkas, ekstensi, notifikasi, atau izin yang tidak berhubungan dengan permainan. Selain itu, matikan pop-up dan jangan mengizinkan penyimpanan kata sandi pada komputer umum.

Selanjutnya, pilih permainan tanpa akun untuk percobaan pertama jika memungkinkan. Jika anak menyukai format ini, panduan game browser tanpa download untuk laptop dan HP menjelaskan kebutuhan perangkat, keamanan situs, dan cara mengatasi masalah performa.

Namun, game browser tidak otomatis aman hanya karena pengguna tidak memasangnya sebagai aplikasi. Isi, iklan, komunikasi, dan praktik pengumpulan data tetap perlu diperiksa seperti pada aplikasi biasa.

Checklist Game Online Aman untuk Anak

Gunakan daftar berikut sebelum memberi akses:

  • Orang tua sudah memeriksa rating usia.
  • Orang tua sudah membaca deskripsi konten.
  • Orang tua sudah mencoba atau mengamati game.
  • Orang tua sudah membatasi chat dan voice chat.
  • Keluarga sudah menggunakan akun anak atau profil keluarga.
  • Orang tua sudah mengaktifkan persetujuan pembelian.
  • Anak tidak dapat mengakses metode pembayaran secara bebas.
  • Orang tua sudah memeriksa izin aplikasi.
  • Nama pengguna tidak mengungkap identitas.
  • Keluarga sudah menyiapkan kata sandi unik dan 2FA jika tersedia.
  • Anak dan orang tua mengetahui cara memblokir serta melaporkan pengguna.
  • Keluarga sudah menyepakati batas waktu bermain.
  • Anak tahu kapan harus meminta bantuan.

Terakhir, simpan aturan dalam bentuk singkat dan tinjau kembali ketika game menambahkan fitur baru. Pembaruan dapat mengubah sistem chat, pembelian, atau pengaturan privasi.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Masalah?

Jika anak menerima pesan yang tidak pantas, permintaan data pribadi, ancaman, atau ajakan transaksi, minta anak berhenti membalas. Simpan bukti secukupnya, blokir pengguna, dan gunakan fitur pelaporan resmi.

Sementara itu, jika orang lain mengambil alih akun, segera ganti kata sandi melalui situs resmi, keluarkan semua sesi, periksa email pemulihan, aktifkan 2FA, dan tinjau transaksi. Kemudian, hubungi penyedia pembayaran jika terdapat pembelian yang tidak dikenal.

Terakhir, untuk konten yang sangat mengganggu atau melibatkan ancaman nyata, utamakan keselamatan anak dan cari bantuan dari pihak yang berwenang atau layanan pendampingan yang sesuai. Jangan menyebarkan ulang tangkapan layar yang memuat identitas atau konten sensitif.

FAQ tentang Game Online Aman untuk Anak

Apakah game dengan tampilan kartun selalu aman untuk anak?

Tidak. Tampilan kartun tidak menjamin chat, iklan, pembelian, bahasa, atau interaksi pemain sesuai untuk anak. Periksa rating dan fitur game secara menyeluruh.

Apakah rating usia saja sudah cukup?

Belum. Rating adalah titik awal. Orang tua tetap perlu mencoba game, menilai kematangan anak, memeriksa komunikasi, dan mengaktifkan pengaturan keluarga.

Apakah anak boleh menggunakan voice chat?

Hal ini bergantung pada usia dan kesiapan anak. Untuk anak yang belum mampu menghadapi interaksi dengan orang asing, sebaiknya orang tua menonaktifkan voice chat atau membatasinya hanya untuk teman yang mereka kenal.

Bagaimana cara mencegah pembelian tanpa izin?

Ikuti cara mencegah pembelian item game tanpa izin dengan mengaktifkan persetujuan orang tua, menggunakan PIN, membatasi metode pembayaran, dan memeriksa riwayat transaksi. Jangan membagikan PIN pembelian kepada anak.

Apakah game browser lebih aman daripada aplikasi?

Tidak selalu. Game browser memang tidak membutuhkan instalasi besar, tetapi tetap dapat menampilkan iklan, meminta izin, mengumpulkan data, dan menyediakan chat atau pembelian.

Apa tanda bahwa sebuah game belum cocok untuk anak?

Tandanya dapat berupa isi yang membuat anak sangat takut, chat yang tidak terkendali, tekanan membeli, perilaku marah berlebihan, gangguan tidur, atau kesulitan berhenti. Tinjau kembali game dan aturan bermain jika tanda tersebut muncul.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *